Ini Upaya Jabar Cegah Penyebaran Covid-19 di Indramayu

114

Bandung (KANALJABAR) – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di Kabupaten Indramayu agar kasus positif dari transmisi lokal tidak melanjak terlebih satu keluarga diwilayah ini yang tediri dari lima orang, terkonfirmasi positif Covid-19. Salah satunya dengan pelacakan orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien. 

Oleh karena itu, penguatan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten Indramayu terus dilakukan guna mempersempit ruang gerak SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

patomas

“Saat ini ada penambahan 5 kasus di satu keluarga di Indramayu. Kami berkoordinasi dengan Gugus Tugas Indramayu untuk melaksanakan surveilance, pelacakan kontak, pemeriksaan RDT (rapid diagnostic test) dan tes swab dengan metode PCR (polymerase chain reaction), serta pemantauan ODP dan PDP,” kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar), Berli Hamdani, di Banadung, Jum’at (15/5/2020).

Berli mengatakan, sebagai antisipatif keterlambatan hasil tes swab, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah diambil spesimen harus diisolasi dan dipantau secara ketat. Di saat bersamaan, pelacakan orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien dilakukan sebagai deteksi dini agar penularan tidak meluas.

“Dilakukan tracing kontak erat untuk deteksi, isolasi, dan pemantauan erat. Akan juga dilakukan rapid test atau tes swab sesuai dengan risiko dan ketersediaan logistik kepada orang-orang yang menjalin kontak dengan PDP. Itu dilakukan agar kasus positif dari transmisi lokal tidak melonjak,” ucapnya.

Gugus Tugas Pecepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar memperlakukan jenazah suspek COVID-19 sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal itu sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 dari jenazah.

Selain itu, WHO pun telah memperbarui pedoman bahwa orang yang meninggal bergejala klinis diduga COVID-19 harus dimasukkan sebagai korban pandemi. Dengan pedoman itu, angka kumulatif kematian bukan saja tercatat dari mereka yang terkonfirmasi positif melalui tes swab, melainkan juga dari mereka yang terduga COVID-19, termasuk ODP dan PDP.

Berli memastikan semua fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit darurat, dan rumah sakit rujukan sudah mendapat sosialisasi dan menerapkan pedoman terbaru WHO tersebut.

“PDP yang meninggal dunia akan diperlakukan seperti kasus positif, dengan semua kontak erat untuk diisolasi dan melakukan rapid test atau tes swab,” ucapnya.

Intens Siapkan Laboratorium Pengetesan

Sebelumnya, Berli melaporkan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar intens memetakan laboratorium-laboratorium pengetesan COVID-19.

Selain Labkesda Jabar, ada 8 laboratorium yang ditunjuk Pemda Provinsi Jabar untuk melakukan pemeriksaan PCR, yakni Unpad Jatinangor, RSHS, RSUI, Labkesda Kota Bekasi, Labkesda Kabupaten Bekasi, IPB, VET Subang, dan BBTKL Jakarta.

“Kita sudah mempunyai laboratorium-laboratorium jejaring. Dengan begitu, pemeriksaan PCR tidak menumpuk di Labkesda Jabar. Total kapasitas pengetesan mencapai 5.838 spesimen per hari, tapi kemampuan pengetesan per hari berada di angka 2.999 spesimen atau 60 persen dari total kapasitas,” kata Berli.

Berli mengatakan, Pemda Provinsi Jabar konsisten meningkatkan kapasitas pengetesan dengan menyiapkan laboratorium jejaring lainnya. Terdapat 11 laboratorium, yang tersebar di sejumlah daerah di Jabar, tengah dipersiapkan untuk menjadi tempat pengetesan dengan metode PCR.

Ke-11 laboratorium tersebut yaitu LIPI, BB Vet Bogor, RS Cibinong, Citra Arafik, RS Hewan Cikole, Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, RSUD Pelabuhanratu, RS Waled, Al-Ihsan yang bekerja sama dengan Unisba, Poltekes, dan RSP Kerawang.

“Pemda Provinsi Jabar sudah memfasilitasi pelaksanaan visitasi kelayakan dan kesiapan ke-11 laboratorium satelit tersebut, serta keluarnya rekomendasi operasional ke Litbangkes Kemenkes. Juga menyiapkan Reagensia PCR-reagensia ekstraksi-VTM-swab sticks,” ucap Berli.

Kesiapan laboratorium akan membuat tes dengan metode berjalan optimal. Tes swab sendiri dilakukan untuk menerapkan intervensi yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan, menyeimbangkan pengendalian pandemi kesehatan dengan kebutuhan hidup dasar masyarakat Jabar yang menjalani PSBB.

Reporter: R. Maulana

Editor: A.S Nasution

COPYRIGHT©KANALJABAR 2020

 

Editor: A.S Nasution

 

COPYRIGHT©KANALJABAR 2020

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!