Imigran Ilegal di Puncak Didata Ulang

176

Cisarua, Bogor (KANALJANAR) – Kantor Imigrasi Kelas I Kota Bogor kembali melakukan pendataan terhadap keberadaan para imigran ilegal di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (18/11/2019).

Menurut petugas Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) pada Kantor Imigrasai Kelas I Kota Bogor, Adit mengatakan, pendataan itu untuk merevew jumlah riil para imigran yang tersebar diwilayah itu untuk dilaporkan ke kantor pusat. Sebab, berdasarkan data Imigrasi Bogor jumlahnya mencapai 7 ribu imigran.

“Maka dari itu, hari ini kami lakukan pendataan ulang apakah jumlahnya bertambah atau berkurang,” kata Adit kepada Kanaljabar.com di sela-sela pendataan imigran itu di Kantor Desa Tugu Selatan, Senin.

patomas

“Tapi sepertinya berkurang. Kalau dulu pendataan kami door to door. Kalau sekarang cenderung menunggu bola,” katanya menambahkan.

Diakuinya, pendataan dengan metode door to door jauh lebih efektif ketimbang sistim nunggu bola. Hal itu, kata Adit, lantaran masalah angaran dan berkurangnya jumlah anggota.

Sementara itu, saat disinggung terkait dari hasil pendataan tersebut apabila diketahui terdapat pelanggaran yang dilakukan para imigran. Adit, menjelaskan, masalah sangsi adalah domain pemerintah pusat.

“Kalau masalah sangsi sepenuhnya domain pemerintah pusat. Kalau kami hanya sebatas pendataan saja,” terangnya.

Terkait hal itu, Kepala Dusun (Kadus) III Desa Tugu Selatan, Rahmat Sunarya memberikan apresiasi atas kinerja Kantor Imigrsai Kelas I Kota Bogor. Kendati, menurut Bonang demikian Rahmat Sunarya disapa, pendataan dengan sistim tidak langsung. Apalagi dilakukan sejak pagi hingga siang sanggat tidak efektip. Ia beralasan kalau pagi hingga siang para imigran biasanya sedang tidak ada ditempat.

“Kalau mau sidak mestinya sore hari mulai pukul 16.00 WIB ke atas. Sebab, pada waktu sore itu biasanya mereka sudah ada ditempat masing-masing,” kata Bonang mengakhiri.

Reporter: Alimin

Editor: A. S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

 

 

 

 

 

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!