Hadiri Peluncuran AUTP, Wabup: Pertanian Penting Untuk Mendongkrak Perekonomian Rakyat

Reporter: Wandona

91

Jasinga, Bogor (KANALJABAR) – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menghadiri gerakan tanam padi sekaligus peluncuran Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dalam wujud percepatan tanam padi dan mewujudkan Pancakarsa Bogor Maju, di Kelompok Sugih Tani, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Senin (02/09/2019).

“Pembangunan sektor pertanian bukan cuma untuk mencapai target swasembada pangan. Tapi juga harus memberikan nilai positif bagi kesejahteraan petani,” kata Iwan sembari menyebut pertanian memiliki peranan penting dalam membangun perekonomian rakyat, terutama masyarakat pedesaan.

Dalam upaya mendukung swasembada pangan nasional, lanjut Iwan, Pemkab Bogor terus melakukan Upsus Pajale dengan memfasilitasi petani melakukan gerakan tanam padi serentak.

patomas

“Sebagai informasi target sasaran luas tanam pada bulan April sampai bulan September itu 38.949 hektare an sampai saat ini realisasi luas tanam tercatat mencapai 30.668 hektare untuk mendukung gerakan tanam padi tersebut Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat di tahun 2019,” kata Iwan.

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Bambang Pramuji menjelaskan, potensi pertanian yang memiliki luas areal sawah 36 ribu hekatre di Bumi Tegar Beriman sangat berpengaruh pada produksi beras nasional setiap tahunnya.

Kata dia, agar Indonesia tidak mengimpor beras, makanya rata-rata lahan sawah harus ditanami padi dua kali dalam setahun, untuk memenuhi kekurangan luas tanam padi yang hanya 7,1 juta hektare di seluruh Indonesia.

“Sementara, agar Indonesia tidak impor beras, setidaknya dibutuhkan luas tanam 14 juta hektare. Harapnnya, dalam setahun minimal dua kali tanam. Jangan setahun sekali,” katanya

Jika petani kesulitan bibit padi, Kementerian Pertanian siap memenuhi kebutuhan itu, dengan cara kelompok tani mengajukan lewat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabhpaten Bogor.

“Di sebagian wilayah Kabupaten Bogor, airnya melimpah. Nah ini harus dimanfaatkan. Jika menanam bulan September, maka Desember bisa panen dan masuk perhitungan produksi tahun 2019,” jelasnya.

Menurutnya, suplai bibit bagi petani yang akan menanam pada bulan September, menjadi prioritas Kementerian Pertanian

Editor: A. S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!