Dua Perusahan Investasi di Desa Palasari Bogor Diduga Tak Miliki Izin

265

Cijeruk, Bogor (KANALJABAR) – Sebanyak dua perusahan di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diduga belum mengatongi izin dari dinas terkait, Rabu (18/03/2020).

Kepala Desa Palasari, Aif Saripudin membenarkan bahwa diwilayahnya itu terdapat perumahan Garden Ville Palasari. Namun kades mengeluhkan bangunan tersebut lantaran sejak awal Aif menjabat sebagai kepala desa, pihak pengembang belum pernah sekalipun memperlihatkan iktikad baik untuk mengurus perizinan terkait bangun perumahan di desanya itu.

patomas

“Untuk perizinan Garden Ville sampai saat ini belum kami terima laporannya, baik izin dari warga maupun SKDU, dan kami pun sudah meminta keterangan dari pihak Kecamatan Cijeruk. Mereka membenarkan kalau untuk perizinan bangunan itu belum ada,” kata Aif kepada wartawan, Rabu (18/03/2020).

Selain itu, kata Aif, ada juga pabrik herbal yang sampai saat juga belum mengajukan perizinan  pabrik tersebut kepada pihak desa. Untuk itu, pihaknya berencana akan melayangkan surat panggilan kepada dua orang pemilik perusahan tersebut.

“InsyaAllah dalam waktu dekat ini akan kami panggil untuk melakukan pendataan ulang, karena selama ini keberadaan perumahan Gareden Ville dan pabrik obat herbal tersebut belum pernah melapor atas usaha yang mereka kembangkan di desa ini,” tandasnya.

Sementara itu, saat ditemui bagian teknisi Garden Ville, Deni mengklaim bahwa pihaknya telah memiliki surat perizinan yang dikeluarkan langsung oleh Kades Pjs Desa Palasari, Dudi saat itu.

“Perizinannya sudah ada kang, mulai dari izin warga dari pemerintah desa dan kecamatan. Yang mengeluarkan ijin saat itu adalah pak Dudi selaku Kades Pjs Desa Palasari,” tuturnya.

Namun saat didesak, Deni tak bisa menunjukan seluruh bukti perizinan yang mereka miliki dengan alasan clasik bukan dirinya yang menyimpan surat perizinan tersebut.

Bekas pabrik es batu yang akan disulap menjadi pabrik obat herbal di Desa Palsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogot juga diduga tak miliki izin. (Foto: Egi/Kanaljabar.com)

Kemudian, pemilik pabrik herbal Andreas saat di konfirmasi mengatakan, bahwa pabrik tersebut merupakan pabrik es batu dan mengalami kebangkrutan pada tahun 2018 sampai awal 2020 ini sama sekali tidak ada aktivitas di perusahan tersebut. Sehingga dia bekerjasama dengan rekannya yang berpengalaman di bidang produksi herbal untuk membangun pabrik di desa itu.

“Saat ini kami sedang mengajukan SKDU yang baru untuk produksi jus Mengkudu,” terangnya.

Diakuinya, sambil menunggu SKDU yang baru, pihaknya belum memulai aktivitas produksi, namun tengah mempersiapan alat-alat produksi.

“Dan soal ini kami sudah berkoordinasi dengan RT dan RW setempat. Sedangkan perizinan dari pusat sudah ada,” tambahnya.

Terpisah, Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Cijeruk, Habri Ariansyah mengatakan, akan mengerahkan anggotanya untuk memantau aktivitas di kedua perusahan tersebut. Bahkan ia berjanji dalam waktu dekat ini, pihaknya akan turun langsung guna memonitoring lokasi perumahan dan pabrik herbal tersebut.

“Kalau memang terbukti adanya pelanggaran, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Reporter: Agis/Egi

Editor: A.S Nasution

COPYRIGHT©KANALJABAR 2020

 

 

 

 

 

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!