Diduga Ada Campur Tangan Pengelola Sampah di Tingkat RT/RW, DLH Kabupaten Bogor Abaikan Kebersihan di Zona Merah

195

Bogor (KANALJABAR) – Ditengah merebaknya virus Corona (Covid-19), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor justru mengabaikan tugas pokok dan fungsinya ( tupoksi) di wilayah Kecamatan Ciomas. Pasalnya, sudah dua minggu lebih sampah milik salah seorang warga diwilayah ini tak kunjung diangkut oleh dinas tersebut. Padahal, kawasan ini jelas-jelas sudah ditetapkan Bupati Bogor, Ade Yasin sebagai zona merah terkait penyebaran virus Corona.

“Bagaimana saya tidak kesal kang, bak sampah di depan rumah saya dibiarkan tidak di angkut selama 2 minggu,” kata Dul warga Komplek Perumahan Vila Ciomas Indah (VCI) kepada Kanaljabar.com, Senin (16/5/2020).

patomas

Dul mengakui, dirinya belum memenuhi kewajibanya membayar iuran sampah selama 2 bulan ke pada pihak pengelola sampah tingkat RT/RW di wilayah tersebut.

“Memang saya akui selama 2 bulan belum membayar iuran sampah yang besarnya Rp50 ribu/perbulan. Dan masalah ini pun sudah saya sampaikan untuk beberapa hari kedepan akan saya lunasi tapi konsekwensinya sampah harus tetap diangkut karena akan mengundang penyakit,” keluh Dul.

Kata Dul, seharusnya pihak pengelola sampah tingkat RT/RW di perumahan VCI yang berinisial En jangan mengeluarkan kebijakan yang melampaui batas kewenangan terkait tertundanya iuran dari warga yang beralamat di Blok H.1 nomor. 27 Komplek VCI.

“Kami menduga pihak pengelola sampah di RT/RW setempat ada campur tangan ke petugas DLH agar warga yang belum bayar iuran jangan di angkut sampahnya,”tuturnya.

Terkait hal itu, Ketua LP Tipikor, Jonathan Pasaribu mengatakan, seharusnya petugas DLH tidak tebang pilih untuk mengangkut sampah warga di tengah pandemi Covid-19.

“Mau warga yang sudah bayar atau belum pokoknya angkut dulu sampahnya. Sementara pihak Muspika Kecamatan Ciomas sedang gencar gencarnya memerangi wabah Corona di wilayahnya yang di klaim zona merah oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19, Ade Yasin,” tegasnya.

Lanjut Jonathan, karena wilayah Ciomas sudah masuk katagori zona merah sehingga setiap sudut keramaian wajib melaksanakan protokoler kebersihan.

“Tiap sudut di Ciomas sudah melaksanakan protokoler kebersihan seperti, wajib cuci tangan, pakai masker, chek rapid test. Tapi di sisi lain ada warga yang belum membayar iuran sampah saja, sampahnya selama dua minggu dibiarkan membusuk tidak diangkat,”katanya.

Untuk menjaga keseimbangan pemberitaan tim redaksi sudah berupaya berkali-kali menghubungi Kepala UPT DLH wilayah Ciomas. Namun sangat disayangkan kepala UPT tersebut selalu tidak ada di tempat.

Reporter: A. Razik

Editor: A.S Nasution

COPYRIGHT©KANALJABAR 2020

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!