Dedi Rachim Tinjau Pembongkaran Separator di Jalan KS Tubun

64

BOGOR, JAWA BARAT – Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau pembongkaran separator di Jalan KS Tubun, Bogor Utara, Rabu (08/05/2019).

Nantinya separator tersebut akan digeser sehingga jalur dari arah Jalan Soleh Iskandar dan Ciluar menuju Jalan Raya Pajajaran atau Warung Jambu lebih lebar.

Dalam pembongkaran tersebut, Dedie Rachim di dampingi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena jalur tersebut merupakan jalan nasional dan merupakan wewenang pemerintah pusat.

“Yang prioritas adalah mulainya pelaksanaan pembongkaran separator dari simpang BORR hingga simpang Warung Jambu. Jadi beberapa waktu lalu saya sudah melakukan peninjauan dan saya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR untuk melakukan quick win salah satunya pergeseran separator ini. Alhamdulillah sekarang sudah mulai pengerjaannya,” ungkap Dedie di lokasi.

Baca Juga:   Malam Ini, Spanduk Klaim Kemenagan Prabowo Terpasang di Depan Pasar Cisarua

Mantan direktur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menilai bangkitan arus lalu lintas kendaraan dari simpang Bogor Outer Ring Road (BORR) yang menuju Jalan Pajajaran terbilang sempit, sehingga perlu dilakukan pelebaran. Sementara arah sebaliknya cenderung lengang.

“Bayangkan saja volume kendaraan yang keluar dari tol BORR, kemudian arah Sholis, dan dari arah Ciluar menuju Jalan Pajajaran bertahun-tahun mengalami penyumbatan arus lalu lintas disitu. Sekarang kita coba geser untuk mengurangi titik kemacetan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati berharap pengerjaan separator ini bisa rampung dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Ini kewenangannya pemerintah pusat, kami sudah koordinasi. Insya Allah pelaksanaannya dua minggu sebelum lebaran sudah clear ini,” ujar Rakhma.

Baca Juga:   Bunda Atalia: Program ‘BMW’ Jadi Solusi Lulusan SMK

Ia menambahkan, pergeseran separator ini untuk menyesuaikan lebar jalan.

“Sekarang kan terlihat sebelah kiri (dari BORR arah Warung Jambu) padat, sementara yang kanan lancar. Nanti kita geser. Diharapkan bisa lebih mengurangi lalu lintas di sana,” terangnya.

Rekayasa Lalin

Selain itu, Dedie Rachim juga mengaku telah memiliki skema untuk merekayasa lalu lintas di sejumlah persimpangan, antara lain di Simpang Gunung Batu, Simpang Pasir Kuda yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Bogor.

“Yang kedua ada quick win baru, saya sedang mencoba mengkaji terkait lalu lintas di pertigaan Gunung Batu dan Pasir Kuda. Kita akan buat rekayasa-rekayasa lalinnya,” bebernya.

Baca Juga:   Enam Pasar di Kota Bogor Bakal Direvitalisasi

Terakhir, Dedie menyampaikan rencana jangka menengah guna mengentaskan persoalan kemacetan di Kota Bogor, khususnya jembatan Otista. Dia mengatakan, tahun 2020 rencananya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menganggarkan sejumlah dana untuk pelebaran jembatan di Jalan Otista.

“Jadi prosesnya kita kawal terus. Paling tidak bulan Januari atau Februari tahun 2020 nanti  proses pengerjaan pelebaran jembatan Otista sudah bisa dimulai,” tegasnya.*

Editor: A. S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!