Dampak Proyek Pelebaran Jalan, Air PDAM di Cisarua Berhenti Mengalir

184

Cisarua, Bogor (KANALJABAR) – Dampak proyek pelebaran Jalan dan pembuatan gorong-gorong yang dilakukan oleh Kementerian PUPR di Jalan Raya Puncak tepatnya wilayah Kecamatan Cisarua dan sekitarnya, menyebabkan terganggunya pengaliran PDAM kepada pelangan diwilayah itu.

Kepala Unit PDAM Tirta Kahuripan Kecamatan Cisarua, Dany Prasetya, S.Si pun membenarkan kejadian tersebut. Sebab, kata Dany, dilokasi proyek pelebaran jalan dan gorong-gorong itu terdapat pipa distribusi PDAM. Sehingga pada pelaksanaan proyek itu telah menyebabkan terganggunya pengaliran PDAM kepada para pelangan diwilayah Cisarua.

patomas
Pipa distribusi PDAM yang terdampak pelebaran jalan. (foto: Alimin/Kanaljabar.com).

“Iya betul. Untuk pipanisasi distribusi PDAM saat ini masih belum juga dapat dipungsikan, akibat adanya proyek pekerjaan jalan dan gorong-gorong milik Kementerian PUPR,” ungkap Dany kepada Kanaljabar.com diruang kerjanya, Senin (02/12/2019).

Lanjut Deny menambahkan, kejadian itu sudah berlangsung sejak satu tahun yang lalu. Bahkan diakuinya, dampak dari ganguan tersebut, pihaknya hampir setiap hari menerima surat protes dari masyarakat pelangan PDAM diwilayah itu.

“Untuk itu, saya mengucapkan permohonan maaf kepada para pelanggan kami jika sementara waktu ini terdapat ganggu aliran air pam,” katanya.

Demi mengatasi persoalan tersebut, ia berharap, agar PUPR segera memberikan ijin untuk merelokasi pipa distribusi PDAM yang terdampak pelebaran jalan diwilayah ini, supaya masyarakat khususnya pelangan PDAM di Desa Leuwimalang dan Desa Kopo dapat menerima haknya berupa air sebagai pelanggan PDAM.

Reporter: Alimin

Editor: A. S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!