Dampak Corona PAD Anjlok, Bima Arya Sebut Kuangan Pemkot Bogor Hanya Bisa Bertahan 2 Bulan Lagi

127

Bogor (KANALJABAR) – Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Bogor cukup berat di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini.

Hal itu dia ungkapkan di hadapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam acara diskusi pengananan Covid-19 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (19/5/2020).

patomas

“Saya ingin laporan kepada Pak Menteri bahwa kondisinya memang berat, PAD kita drop sekali Pak Menteri,” kata Bima Arya.

Dia menjelaskan bahwa PAD Kota Bogor sangat mengandalkan hotel dan restoran.

Ketika pendemi virus corona atau Covid-19 merebak, semua itu anjlok.

Bahkan Bima memperkirakan bahwa keuangan Pemkot Bogor dalam menangani Covid-19 dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini hanya bisa bertahan sampai sekitar 2 bulan ke depan.

“Bogor ini kan nyawanya tergantung hotel, restoran dan emas. Begitu itu anjlok, kita rontok. Kemungkinan kita bertahannya ya sampai Juli atau Agustus. Ini hitungan optimis, kalau PSBB berhasil. Tetapi kalau enggak, ada perpanjangan, berat sekali, sampai Desember ini kita berat sekali,” kata Bima Arya sebagaimana dilansir dari Tribunnewsbogor.com.

Makanya, kata Bima, pihaknya harus memikirkan cara untuk antisipasi semua skenario.

PAD yang ada disesuaikan dengan target-target yang bukan target biasa.

“Saya perintahkan semua dinas untuk mulai memperkirakan hal yang terburuk, tak bisa kita berpikir biasa, semua harus menyesuaikan, termasuk tunjangan kinerja, tunjangan khusus,” ungkap Bima Arya.

Editor: A.S Nasution

COPYRIGHT©KANALJABAR 2020

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!