Bupati Tangerang Tolak Ijin Pembangunan di Kawasan Akong, 17 Pengusaha Kecewa

166

Tangerang (KANALJABAR) – Sebanyak 17 pengusaha di Kabupaten Tangerang merasa kecewa lantaran Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar tak memberikan ijin terkait pembangunan kavling di kawasan Akong. Pasalnya, kawasan tersebut diangap ilegal oleh pemerintah setempat.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak akan memberikan ijin kepada 17 pengusaha terkait rencana pembangunan dikawasan Akong Sepatan, baik menyangkut ijin prinsip dan ijin mendirikan bangunan (IMB) karena kawasan ini kami anggap adalah kawasan Ilegal,” tegas salah satu staf BP2T Kabupaten Tangerang  Rudi kepada Kanaljabar.com, Selasa (28/04/2020).

patomas

Menyikapi hal itu, sebanyak 17 pengusaha merasa kecewa dengan pihak kawasan Akong yang telah membohongi para investor tersebut.

“Jujur pak, kami merasa dibohongi dengan pihak kawasan Akong yang tidak terbuka sejak awal. Kami membeli lahan ini untuk keperluan pembangunan gudang yang ternyata tak diberi ijin membangun oleh Pemkab Tangerang dengan alasan tak memiliki master plane dan gambar ukur gambar situasi (GUGS),” ungkap salah satu pengusaha tersebut kepada Kanaljabar.com baru-baru ini.

Sementara itu, menurut Ujang Umar selaku pihak yang diberi kuasa oleh 17 pengusaha tersebut  merasa kecewa lantaran Pemkab Tangerang tak mengeluarkan ijin terkait pembangunan kavling (gudang) itu. Menurutnya, Pemkab Tangerang terskesan pilih kasih soal pemberian ijin kepada para investor.

“Kami sangat kecewa dengan sikap Pemkab Tangerang yang tidak bisa mengeluarkan ijin prinsip dan IMB, dengan alasan terbentur dengan peraturan baru yang dikeluarkan oleh Permendagin tahun 2017. Padahal di kawasan ini sudah lama berdiri industri. Dan mereka para investor bersedia membayar kewajiban (pajak) kepada pihak Pemkab asalkan ijin-ijinnya sudah lengkap,” tandasnya.

“Kalau benar ada pilih kasih, saya minta gudang-gudang yang terdahulu pun harus diperiksa kembali terkait legelitas perijinan yang mereka miliki, termasuk keberadaan kawasan Akong pun patut di usut kembali,” tegas Ujang.

Reporter:  Muklis

Editor: A.S Nasution

COPYRIGHT©KANALJABAR 2020

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!