BPS: Harga Beras di Jabar Merangkak Naik

143

BANDUNG – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan harga beras sejak bulan Januari 2019 rata-rata mengalami kenaikan ditingkat petani dan pengilingan. Hal ini dipicu musim panan yang masih lama, diperkirakan pada April mendatang membuat harga gabah dan beras perlahan merangkak naik.

Januari 2019, harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) di Tingkat Petani Jawa Barat sebesar Rp 5.789,20 per kg atau naik sebesar 8,42 persen dibandingkan harga GKP Desember 2018 Rp 5.339,65, sementara rata-rata harga GKP ditingkat Penggilingan sebesar Rp 5.906,52 per kg atau naik sebesar 8,28 persen dari Rp 5.454,68.

patomas

Untuk Gabah Kering Giling (GKG) di Tingkat Petani naik 4,69 persen dari Rp 5.652,63 menjadi Rp 5.917,78 per kg, dan di Tingkat Penggilingan naik 4,96 persen dari Rp 5.790,79 menjadi Rp 6.078,00 per kg.

Rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 10.797,08 per kg, naik sebesar 4,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 10.374,41. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp 10.498,53 per kg atau naik sebesar 3,15 persen dari Rp 10.177,50. Beras kualitas rendah di penggilingan bulan Januari 2019 sebesar Rp 9.420,00 per kg atau naik 1,29 persen dari Rp 9.300,00.

Kepala Perum Bulog Jawa Barat, Ahmad Makmun mengatakan meski harga beras terus mengalami kenaikan, penyerapan tetap dilakukan meski tidak maksimal. Hal ini dilakukan untuk melakukan stabilisasi harga.

“Kami juga siap untuk melakukan operasi pasar untuk menjaga harga beras tetap terjangkau,” ungkapnya, Senin (11/2/2019) kemarin.***

(Red/AS)

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!