BISKOM dan APTIKNAS Gelar ‘Indonesia Innovation Award 2019’

182

“Tujuan dari Indonesia Innovation Award 2019 adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan, mendorong produktifitas dan efisiensi perusahaan serta menumbuh kembangkan budaya inovasi dan kreatifitas”

JAKARTA – Setiap organisasi bisnis dan organisasi pemerintah harus bisa melakukan adaptasi terhadap perkembangan jaman, hal tersebut dapat dicapai dengan cara selalu menciptakan inovasi.

Untuk memacu dan meningkatkan langkah tersebut, majalah Biskom dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) meggelar  ‘Indonesia Innovation Award 2019’ pada Kamis, 25 April 2019 di Grand Ballroom, Hotel Fairmont Jakarta, Pukul 18.00 -22.00 WIB.

Indonesia Innovation Award 2019 didukung oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Business Innovation Center (BIC), Dewan Riset Nasional (DRN) dan Akademisi (ICT Institute),

Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Panitia Penyelenggara IIA 2019 mengatakan, tujuan yang ingin di capai dari Indonesia Innovation Award 2019 adalah meningkatkan daya saing perusahaan, mendorong produktifitas dan efisiensi perusahaan serta menumbuh kembangkan budaya inovasi dan kreatifitas.

“Adapun tujuan dari Indonesia Innovation Award 2019 adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan, mendorong produktifitas dan efisiensi perusahaan serta menumbuh kembangkan budaya inovasi dan kreatifitas,” kata Hoky dalam keterangan persnya kepada Kanaljabar.com di Jakarta, Sabtu (27/04/2019).

Selain itu, lanjut Hoky yang juga CEO/Pimpinan Umum Majalah Biskom ini menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada korporasi yang Inovatif, mempublikasikan kepada pihak-pihak terkait, misalnya perusahaan, investor, lembaga keuangan, pemerintah dan diharapkan dapat mendukung program pemerintah.

“Saya kebetulan menjabat sebagai Ketum APTIKNAS yang sampai dengan saat ini telah mempunyai 27 DPD APTIKNAS se Indonesia dan memiliki 3 program kerja yaitu smart city, e-commerce dan digital talent” kata Hoky menambahkan.

Tentu hal itu, kata dia, merupakan potensi yang sangat besar untuk melakukan sinergi dengan berbagai pihak, baik dengan pihak swasta/pebisnsis maupun pemerintah dan juga dunia pendidikan.

“Apalagi saat ini para Ketua-Ketua DPD APTIKNAS telah mulai aktif, khususnya dalam kesempatan ini Pak Fanky Christian selaku Ketua DPD APTIKNAS DKI Jakarta yang sangat aktif dan juga terlibat dalam kepantiaan ini, sehingga potensi di APTIKNAS dapat dioptimalkan serta yakin akan banyak hal positif yang dapat diduplikasi oleh teman-teman DPD APTIKNAS yang telah tersebar dari Aceh hingga Papua dan saat ini sedang melakukan Roadshow kebeberapa kota bersama Tim Yorindo Communication untuk melakukan kegiatan sosialisasi dalam bentuk seminar Smart 4.0 mempersiapkan masuk era Industry 4.0 dengan fokus kegiatan kepada seminar Smart City, Smart Hospital, Smart Building, Smart Factory, Smart Hotel. Untuk kampus juga dilakukan seminar Smart City Activist (Smartivist), sehingga mahasiswa nantinya mampu menjadi Smart City Activist di kota nya masing-masing dan mampu bersaing dalam meraih pekerjaan di era Digital,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti DR. Ir. Ophirtus Sumule, selaku Ketua Dewan Juri tidak bisa hadir dalam kesempatan tersebut karena sedang mendapat tugas keluar kota sehingga sambutannya pun dibacakan oleh Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi Kemenristekdikti, Eka Gandara,  dan disampaikan bahwa Indonesia Innovation Award 2019 diikuti oleh 70 lembaga terdiri dari 40 perusahaan dan 30 pemerintah daerah.

Proses penilaian telah dilaksanakan sejak bulan Februari sampai dengan pertengahan bulan April Tahun 2019 dengan melibatkan dewan panelis dari berbagai Lembaga diantaranya Kementerian Riset Teknologi khususnya Ditjen Penguatan Inovasi, APTIKNAS,  ICT Institute, APEKSI, BISKOM, BIC (Bussiness Innovation  Center) dan DRN (Dewan Riset Nasional).  Penghargaan ini diberikan kepada sector dunia usaha dan pemerintah dengan kategori :

  1. Kategori Best Sektor Bisnis. Kategori ini merupakan klasifikasi berdasarkan sector bisnis
  2. Kategori Best Over All. Merupakan ketegori penggabungan dari sectoral, Perusahaan dengan inovasi terbaik
  3. Kategori Best CEO. Kategori ini dikhususkan untuk pemimpin perusahaan yang peduli dan mendukung inovasi perusahaan ntuk melahirkan terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan brand dan image perusahaan
  4. Kategori Pemerintah Daerah
  5. Kategori Best Walikota

Metode penilaian yang digunakan dirancang dengan mengadopsi alat ukur Tingkat Kesiapan Inovasi (KATSINOV) dimana metode ini dapat memetakan tingkat kesiapan dan kematangan suatu inovasi dari berbagai aspek diantaranya aspek teknologi, market, organisasi, partnership, manufactur, investment dan resiko.

Khusus untuk kategori pemerintah daerah juga digunakan metode penilaian yang diadopsi dari  metode pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dimana metode ini dapat memetakan tingkat daya saing suatu daerah melalui aspek lingkungan, infrastruktur, market/pasar dan ekosistem inovasi.

Kedua metode tersebut baik KATSINOV maupun IDSD telah dikembangkan dan digunakan oleh Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti baik dalam menilai/memetakan tingkat kesiapan inovasi dan daya saing daerah, juga digunakan pada ajang anugerah Iptek dan Inovasi Budhipura untuk tingkat Provinsi dan Budhipraja untuk tingkat Kabupaten/Kota dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang puncaknya  jatuh pada setiap tanggal 10 Agustus.

Melalui serangkaian penilaian dengan menggunakan metode tersebut, pihaknya meyakini bahwa proses penetapan penerima penghargaan telah dilaksanakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya, Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI),  Dr. H. Syarif Fasha, ME dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan Indonesia Innovation Award tersebut,

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Indonesia Innovation Award ini, melalui ajang ini kita juga dapat menjadikan kesempatan untuk memperluas jejaring dan berbagi informasi tentang inovasi dari berbagai daerah untuk melakukan kemitraan dengan berbagai pihak, baik dengan sesama institusi pemerintah, maupun dengan instansi swasta dan dunia pendidikan serta lembaga non profit lainnya,” katanya.

“Disamping kita juga butuh saling membantu dan bergotong royong, oleh karena itu saat ini Apeksi sebagai wadah pemerintah kota se-Indonesia, telah mengubah paradigma kompetisi antar daerah menjadi era kolaborasi antar daerah untuk saling bahu membahu, secara bersama maju mensejahterakan masyarakat daerahnya. Kota yang telah maju membantu saudaranya yang masih tertinggal untuk maju secara bersama, itulah filosofinya.” ungkapnya.

Kemudian, Menristekdikti dalam sambutannya yang dalam hal ini dibacakan oleh Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Ir. Jumain Appe, MSi menyatakan bahwa ajang ini merupakan sebuah kegiatan kolaborasi antar stakeholder guna memberikan apresiasi khususnya bagi dunia industri dan pemerintah daerah yang terus melakukan berbagai upaya inovatif dalam meningkatkan produktivitas dan kinerjanya.

“Kemenristekdikti sangat mendukung dan mendorong agar kedepan kegiatan ini terus dilakukan bukan hanya sebagai ajang pemberian penghargaan tetapi juga sebagai wahana untuk menumbuhkembangkan sinergi dan kolaborasi, pertukaran informasi, sharing knowledge, dan membangun kesamaan visi dan misi dalam membangun bangsa,” tuturnya.

Tujuan Innovation Award 2019:

Memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perusahaan dan Pemerintah Daerah di Indonesia yang telah berhasil berkreasi dan inovatif dalam meningkatkan layanan, kinerja dan daya saing produk yang paling banyak mendapatkan rekomendasi dari masyarakat atau konsumen.

Mendorong perusahaan dan pemerintah daerah, untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan nasional.

Mendorong pemerintah kota untuk melakukan inovasi baik dalam hal kemudahan pelayanan publik, transparansi, dan efesiensi untuk peningkatan daya saing.

Meningkatkan perhatian pemerintah, perbankan nasional, dan lembaga kreditur/pembiayaan lainnya, untuk lebih mendorong pembiayaan infrastruktur di Indonesia.

Penilaian Innovation Award 2019

Fokus penilaian, pada kreativitas dan inovasi yang dilakukan dengan mengunakan bahan dasar lokal (TKDN) dan prospek bisnisnya ke depan.

Menggunakan dua metode penilaian sekaligus, yakni penilaian inovasi dan market research (survei konsumen).

Perusahaan Pemenang  Indonesia Innovation Award 2019:

  1. PT Epson Indonesia
  2. PT Asuransi Great Eastern
  3. PT Asuransi Tugu Mandiri
  4. PT Bank Nagari
  5. PT Bank NTB Syariah
  6. PT Bank OCBC NISP, Tbk
  7. PT Barata Indonesia (Persero)
  8. PT Indonesia Power
  9. PT Industri Kereta Api (Persero)
  10. PT Lippo General Insurance
  11. PT Modern Land Tbk
  12. PT Pelindo III (Persero)
  13. PT Pindad (Persero)
  14. PT Pos Indonesia (Persero)
  15. PT. Privy Identitas Digital
  16. PT Pupuk Sriwijaya
  17. PT Sinergy Informatika Semen Indonesia
  18. PT Sucofindo (Persero)
  19. PT Visionet Internasional (OVO)
  20. PT Wijaya Karya, Tbk
  21. PT Biznet Networks
  22. PT Perkebunan Nusantara VII
  23. Perum Damri

Pemerintah Daerah Pemenang  Indonesia Innovation Award 2019:

  1. Kota Ambon
  2. Kota Banda Aceh
  3. Kota Bandung
  4. Kota Banjarmasin
  5. Kota Batam
  6. Kota Batu
  7. Kota Blitar
  8. Kota Bontang
  9. Kota Jambi
  10. Kota Kupang
  11. Kota Magelang
  12. Kota Malang
  13. Kota Manado
  14. Kota Palangkaraya
  15. Kota Pare Pare
  16. Kota Pekalongan
  17. Kota Salatiga
  18. Kota Sawahlunto
  19. Kota Tual Maluku
  20. Kota Samarinda

Bahwa dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan siaran Radio PAUD KAMI  (Koalisi Anak Madani Indonesia) yaitu Radionya Anak Generasi Titanium 5.0 yang dapat dimanfaatkan langsung di gawai kita masing-masing, Ungkap Hoky yang juga menjabat sebagai Sekjen KAMI.

Hadirnya Radio PAUD yang juga merupakan bagian dari produk Inovasi anak bangsa yang diharapkan dapat menjadi media bagi anak-anak untuk belajar dan hiburan mereka. Di Radio PAUD  telah tersedia 400 lagu anak-anak termasuk lagu wajib nasional, chitchat jenaka, mendongeng, sapa teman, kidz story telling, dan  anak-anak dapat bertukar pesan dengan sahabat-sahabat di seluruh Indonesia, serta terdapat program pembelajaran dari para pakar dan psikolog anak.

“Radio PAUD hadir untuk menimalisir ketergantungan anak-anak terhadap gawai yang selama ini diberikan secara bebas oleh orang tuanya. Radio PAUD sangat rekomen untuk ibu-ibu yang kesulitan mencari lagu anak-anak dan Aplikasi Radio PAUD telah dapat di download melalui  play store dengan icon Radio Paud KAMI,” tandasnya.

Sebagai rangkaian penutup Hoky mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan semoga kedepan kegiatan ini betul-betul dapat dijadikan pemicu dan motivasi kepada kita semua untuk lebih meningkatkan kontribusi yang nyata bagi pembangunan nasional, peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat

“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan semoga kedepan kegiatan ini betul-betul dapat dijadikan pemicu dan motivasi kepada kita semua untuk lebih meningkatkan kontribusi yang nyata bagi pembangunan nasional, peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Hoky.

Acara ‘Indonesia Innovation Award 2019’ dihadiri oleh Perwakilan dari Kemenristekdikti, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Business Innovation Center (BIC), Dewan Riset Nasional (DRN), Akademisi (ICT Institute) dan berbagai asosiasi terkait serta diliput oleh berbagai media cetak dan media elektronik.

Reporter: Erick

Editor: A.S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!