Bima Arya Tegaskan Terminal Baranangsiang Bukan Sarang Preman

116

KOTA BOGOR – Ratusan warga Terminal Baranangsiang yang tergabung dalam Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) melakukan aksi unjuk rasa di halaman Balai Kota Bogor, Selasa (15/01/2019) siang.

Diduga, aksi tersebut dipicu lantaran munculnya pemberitaan mengenai kondisi Terminal Baranangsiang yang dianggap sarang preman.

patomas

Di hadapan ratusan pengunjuk rasa, Wali Kota Bogor, Bima Arya menegaskan bahwa kawasan Terminal Baranangsiang bukan sarang preman.

“Sudah kita dengar pernyataan dari Pak Kadinsos bahwa tidak ada maksud itu, mungkin ada komunikasi yang kurang pas sehingga muncul istilah preman. Yang penting sudah clear,” ujar Bima dihadapan pengunjuk rasa.

Sejauh ini, sambung Bima, wilayah di Baranangsiang khususnya di jalan Riau terbilang aman. Hal itu dibuktikan dengan sistem keamanan di kawasan tersebut yang telah terpasang sebanyak 24 kamera pemantau atau CCTV.

“Tapi saya ingin sampaikan bahwa Terminal merupakan tanggung jawab semua untuk menjaga keamanan dan ketertiban disana bukan aparat Pemkot Bogor saja. Sekarang ini ditengah masa transisi, terminal akan segera dibangun, saya sedang bernegosiasi dengan pemerintah pusat dan BPTJ terkait konsepnya,” kata dia.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Dinsos Kota Bogor, Azrin Syamsudin menyatakan permohonan maafnya kepada warga terminal dan komunitas terkait. Ia mengaku tak bermaksud melakukan pernyataan tersebut.

“Kepada seluruh warga Terminal Baranangsiang saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan ini,” jelas Azrin.

Setelah menyampaikan permohonan maaf, ratusan massa aksi dari KPTB bisa menerima dan membubarkan diri secara tertib yang dikawal Kepolisian dan Satpol PP.*

(Red/KJ)

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!