Bima Arya Optimis Gedung Baru RSUD Rampung Sesuai Target

83

Kota Bogor (KANALJABAR) – Wali Kota Bogor, Bima Arya optimis pembangunan gedung baru Blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor rampung sesuai target, yakni 27 Desember mendatang.

“Saya tadi cek dan dilaporkan progresnya sudah 47 persen dan ini masih on schedule (sesuai jadwal),” katanya usai inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Kota Bogor, Selasa (22/10/2019) pagi.

patomas

Secara khusus ia meminta pihak pelaksana proyek PT Tri Kencana Sakti Utama (TKSU) untuk mengantisipasi musim hujan dan penambahan pegawai dengan sistem shift. Selain itu ia juga meminta laporan secara periodik progres pembangunan. Jika berdasarkan laporan, proyek ini akan rampung sesuai target.

”Saya akan monitor khusus perminggu. Nanti pihak pelaksana dan Plt. RSUD akan lapor saya setiap minggu,” ujarnya.

Bima menekankan agar proses finishing harus betul-betul detail, agar satu-satunya RSUD milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ini nyaman dikunjungi warga.

“Saya titip finishing itu jangan asal dan harus detail karena ini rumah sakit. Warga harus nyaman datang kesini,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Danubrata menuturkan, dengan progres 47 persen dan waktu pengerjaan 67 hari lagi harus ada kerja ekstra keras dari pihak pelaksana.

“Kami minta proyek ini selesai sesuai dengan prosedur seperti yang sudah direncanakan. Meskipun sudah dianggap on schedule kita harus antisipasi,” tegasnya.

Dia menilai perlu adanya penambahan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk mengejar target. Sistem pengawasan (supervisi) juga harus diperkuat. Jangan sampai ada kekurangan pengerjaan.

“Kita (DPRD) dengan pak Wali akan mengawal bersama dan meminta laporan dari Plt. Dirut RSUD, karena saat ini warga membutuhkan layanan tambahan kamar,” ujarnya.

Plt. Direktur RSUD Kota Bogor, Rubaeah mengatakan. anggaran pembangunan gedung blok 3 RSUD empat lantai tersebut bersumber dari APBD Kota Bogor (Rp 72 miliar) dan APBD Provinsi Jawa Barat (Rp 31,37 miliar) dengan total pagu Rp 103,37 miliar. Namun setelah dilelang nilai kontrak proyek sebesar Rp 89,7 miliar.

“Jadi, ada silpa positif dari sisa lelang sebesar Rp11,2 miliar dan akan diajukan tahun depan untuk alat kesehatan dan penunjang lainnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor ini menyebutkan, akan ada 264 tempat tidur. Kelebihannya akan ada penanganan khusus kanker, cath lab jantung, orthopaedic spine (ortopedi), ruangan NICU dan PICU.

“Kalau untuk kebutuhan jumlah tempat tidur di Kota Bogor sudah lebih, tapi karena banyak pasien dari kabupaten kita masih kekurangan ICU dan NICU untuk bayi,” kata Rubaeah.

Berdasarkan Permenkes Nomor 30 Tahun 2019 kata Rubaeah, seluruh rumah sakit harus memiliki ICU 8 persen dari jumlah tempat tidur, termasuk 3 persen di rumah sakit umum.

“Jadi, 2020 harus semua memiliki ICU karena selama ini masih ada rumah sakit yang belum memiliki ICU,” katanya.

Editor: A. S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!