Bima Arya Sebut Kritik Wartawan Adalah Vitamin

153

JAKARTA – Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi pembicara dalam seminar yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bertajuk ‘Peranan Pers Pada Era Digital Dalam Mendukung Pembangunan Daerah’ di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Bima Arya mengatakan, saat ini pers sudah menjalankan fungsinya dengan baik sebagai penyampai informasi serta sosialisasi program pemerintah dan fungsi koreksi kebijakan pemerintah.

patomas

“Demokrasi tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pers. Sebagai pilar demokrasi yang keempat, pers turut berperan besar dalam pengawasan pembangunan pemerintahan,” ungkap Bima.

“Pers merupakan pilar utama dalam pengawasan pembangunan pemerintahan. Bagi saya kritik itu adalah vitamin. Terimakasih kepada pers yang telah mengartikulasikan aspirasi, harapan atau kritik dari warga kepada saya. Menyampaikan dan memberitakan hal-hal yg masih kurang maksimal dalam program-program pemerintahan,” tambahnya.

Bima juga mengajak pers untuk selalu viralkan kebaikan kepada masyarakat luas. “Viralkan kegiatan-kegiatan positif dan informasi yang sehat kepada masyarakat. Pers harus jadi sumber inspirasi dengan kekuatan yang dimilikinya,” jelas dia.

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga bercerita mengenai suka duka ketika dulu dirinya masing sebagai pengamat dan kini sebagai kepala daerah.

“Dulu waktu saya jadi pengamat, melihat pejabat atau politisi ngomong terus, rasanya gregetan. Nah, tapi sekarang pas jadi wali kota, lihat pengamat ngomong terus juga malah emosi. Ini kok ngomong aja, coba rasakan sendiri jadi kepala daerah,” kata Bima, intermezzo, disambut riuh hadirin.

Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.***

(Red/KJ)

 

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!