Anggota DPR Baru: Masikah Ada Harapan Baru?

Oleh: Drs. Beddy Iriawan Maksudi M. SI

323

Ciawi, Bogor (KANALJABAR) – Hari Selasa (1/10/2019) lalu telah digelar pelantikan Anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2019-2024. Dari 575 anggota DPR yang dilantik, terdapat 288 orang adalah wajah lama. Sisanya, yakni 287 orang adalah wajah baru, tetapi sebenarnya bukan benar-benar wajah baru. Sebab, sebelumnya juga pernah menduduki kursi anggota dewan, meski di level DPRD kota/kabupaten maupun provinsi.

Ini menggambarkan perputaran elit politik untuk lima tahunan di Indonesia. Karana itu, tentu, ada yang datang dan pergi. Begitu pula ada harapan baru dipundak anggota DPR baru. Karena dipundak merekalah amanah telah disematkan dengan harapan segera dapat membuktian kepada rakyat, bahwa DPR yang selama periode sebelumnya masih di citrakan sangat buruk kinerjanya, dapat diperbaiki secara total, agar kepercayaan publik dapat dipulihkan kembali. Maka itu, menghilang citra buruk, sinis dan rendahnya tingkat kepercayaan publik, adalah merupakan tantangan berat bagi anggota DPR baru kedepannya.

patomas

Oleh karena itu, kedepan DPR baru harusmampu mengubah citra DPR lama yang identik dengan citra buruk, karena ada sederetan persoalanyang merusak nama baik lembaga terhormat ini, antara lain: Pertama, kasus korupsi yang tak henti-hentinya menjerat sejumlah oknum anggota parlemen. Masa kerja para anggota DPR periode 2014-2019 selama masa kerja lima tahun itu, ada sejumlah masalah yang menjerat beberapa anggota lembaga Dewan tersebut.

Bahkan Ketua DPR Setya Novanto DPR periode 2014-2019 ini sudah divonis masuk penjara kasus korupsi dan termasuk Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan juga terjerat kasus korupsi. Sebab itu, ditengah sinisme dan rendahnya tingkat percayaan publik, dan kondisi internal DPR belum berubah, maka bukanlah pekerjaan mudah bagi anggota DPR baru untuk membangun citra positif, karena mengingat sebelumnya cukup banyak anggota DPR terlibat dalam kasuskorupsi. Itu jadi potret buram wakil rakyatsebelumnya, sehingga wajar kalau belum apa-apa publik mulai mengkhawatirkan atas komitmen, niat baik (good will), niat kemauan politik (political will), dan integritas anggota DPR baru dalam mengemban amanah dan ke-percayaan rakyat kedepannya.

Karena itu DPR periode sebelumnya harus benar-benar dijadikan pembelajaran bagi DPR baru kedepannya, jangan sampai jatuh ke lubang yang sama,dan jangan sampai pula rakyat memiliki persepsi bahwa ada dan tidak adanya anggota DPR baru tak mengubah banyak haldi negeri ini.

Oleh karena itu, anggota DPR baru harus sadar dan meyakini bahwa mereka memiliki peran dan fungsi yang penting. Dan peran dan fungsi itu pada waktunya harus diabdikan untuk kepentingan rakyat. Bukan sebaliknya, mereka banyak melakukan tindakan atau manuver politik yang mencederai hati rakyat seperti korupsi, menerima suap, dan lain-lain yang kerap menjadi hiasan pemberitaan mediacetak maupun elektrik yang hampir sepanjang periode DPR periode 2014-2019 lalu.

Dengan membaca pada pengalaman sebelumnya, maka para anggota DPR baru dituntut harus mampu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas serta kerja ikhlas, dalam rangka penguatan kapasitas peran dan fungsi DPR(fungsi legislasi, budgeting, dan pengawasan) selama lima tahun ke depan, maka diharapkan potret wajah DPR RI lebih positif dan tingkat kepercayaan public meningkat (Bersambung ke bagian 2)

Editor: A.S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

Disclaimer : Kanal opini adalah media warga. Setiap opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!