Ade Yasin Didaulat Jadi Bunda PAUD Kabupaten Bogor

202

BANDUNG – Bupati Bogor, Ade Yasin ditunjuk menjadi Bunda PAUD Kabupaten Bogor bersama 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Pelatinkan langsung dipimpin oleh Bunda PAUD Jawa Barat, Atalia Praratya di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, pada Senin (04/02/2019).

Dalam kesempatan itu, Ade Yasin menjelaskan, PAUD saat ini sangat penting dalam melahirkan generasi yang handal, berkarakter membangun generasi penerus bangsa. Sehingga, benar-benar diperhatikan.

patomas

“Pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab kita semua. Untuk itu pendidikan anak usia dini lebih diperhatikan baik dari segi sarana dan prasarana yang dimiliki PAUD, sumberdaya manusianya, dan yang tidak kalah penting adalah kesejahteraan guru PAUD,” katanya.

Menurutnya, pengukuhan ini dinilainya sebagai momen besar untuk bersatu padu mewujudkan pendidikan yang lebih baik, dalam membentuk akhlak anak didik sejak usia dini.

Sementara itu, Bunda PAUD Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan Bunda PAUD yang merupakan dari kalangan pemerintahan seperti Bupati Bogor dan Bupati Karawang diharapkan mendorong political will dalam meningkatkan bidang pendidikan anak usia dini di daerahnya masing-masing.

“Mereka sebagai sosok pemimpin perempuan, apalagi Karawang dan Bogor yang merupakan kepala daerahnya sendiri, diharapkan mampu mendorong perkembangan PAUD,” ujar atalia

Menurut Atalia, jumlah PAUD di Jabar baru mencapai 35 ribu. Angka ini menunjukkan bahwa anak usia dini yang terfasilitasi oleh PAUD baru 11 persennya. Dengan demikian, jumlahnya harus diperbanyak.

“Supaya semua anak di Jawa Barat mendapat pendidikan di PAUD pada usia emasnya. Kita berupaya meratakan pendidikan ini ke semua desa atau kelurahan lain yang belum ada PAUD-nya,” katanya.

Disamping itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menitipkan pesan kepada para Bunda PAUD ini supaya menanamkan pendidikan sesuai kemajuan zaman di bidang informasi dan teknologi dan anak-anak harus terlindungi dari guyuran informasi di internet.

“Waspadai derasnya informasi terhadap kita di Indonesia, revolusi digital ada sisi baik dan buruknya. Jangan sampai anak waktunya habis lihat handphone, tapi tidak berinteraksi di lingkungannya dan meninggalkan hal yang edukatif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Emil pun mencanangkan Gerakan PAUD Berkualitas sehingga di masa perkembangan otaknya yang maksimal, bisa dibentuk menjadi generasi cerdas.

Emil mengatakan pihaknya menitipkan masalah kesehatan yang tengah dihadapi Pemprov Jabar, yakni masalah stunting atau kasus anak tumbuh kerdil dan  PAUD bisa memantau juga perkembangan tumbuh anak.

“Stunting membuat pertumbuhan fisik dan otak terhambat. Menjadikan anak memiliki daya saing lemah, tidak bisa kompetisi seperti orang yang tidak stunting. Pastikan gizi dan semuanya untuk anak terpenuhi,” katanya.

Emil pun menitipkan supaya PAUD menumbuhkan kemampuan ESQ anak atau ahlak yang baik, tidak hanya mengurusi intelegensi anak atau IQ.

 Reporter: Wandona

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!