16 Peserta Kafilah Kota Bogor Ikuti STQ ke XVI Tingkat Jabar 2019

140

BOGOR, JAWA BARAT – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melepas sebanyak 16 peserta kafilah Kota Bogor dalam rangka mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke XVI Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019.

Sebelum dilepas, para peserta turut diberikan arahan dan pembekalan motivasi agar bisa memberikan penampilan terbaik saat berlomba di Bandung pada 27 April hingga 3 Mei mendatang.

Dalam kesempatan itu, Dedie menyampaikan tiga hal yang perlu diperhatikan oleh peserta lomba. Hal pertama, para peserta STQ diharapkan bisa menjadi figur yang teladan bagi seluruh.

“Artinya bukan hanya mereka bisa dan pintar dalam membaca Al-Quran tetapi mereka harus bisa menampilkan sosok dirinya sebagai contoh atau figur di masyarakat,” ujar Dedie kepada belasan peserta kafilah STQ di ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota, Sabtu (27/04/2019) pagi.

Baca Juga:   Malam Ini, Spanduk Klaim Kemenagan Prabowo-Sandiaga Mulai Bertebaran di Bogor

Dedie melanjutkan, belasan kafilah STQ yang mewakili Kota Bogor ini diminta dapat terus menjalin silaturahmi dan menjaga ukhuwah islamiyah sesama peserta lomba.

“Kedua, kegiatan ini harus jadi ajang introspeksi dan pembelajaran. Barangkali, daerah-daerah lain lebih baik dalam pembinaan maupun persiapan,” katanya.

Kemudian, masih dikatakan Dedie, hal yang ketiga dia berharap para peserta seluruhnya bisa menjadi juara dan melaju ke tingkat nasional.

“Semoga mereka semua saat kembali ke Kota Bogor membawa prestasi. Karena tahun sebelumnya kan para peserta yang berhasil juara diberangkatkan Umroh,” harapnya.

Seperti diketahui, terdapat perbedaan antara STQ dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), meskipun keduanya sama-sama kompetisi tilawah tingkat nasional.

Baca Juga:   Peringati HUT, Ini Harapan Bima Untuk Satpol PP, Damkar dan Satlinmas

STQ sendiri ditujukan untuk mencari bibit unggul yang akan menjadi perwakilan Indonesia yang akan diikutkan dalam perhelatan MTQ Nasional hingga Internasional. Sementara itu dari segi sistem kompetisi juga terdapat perbedaan yang signifikan diantara keduanya.

Kompetisi tilawah quran yang dilaksanakan bergiliran setiap tahunnya ini sudah ada sejak tahun 1968. Pada awal pelaksanaannya hanya ada MTQ saja, belum ada STQ. Hingga pada tahun 1971 barulah diadakan STQ. Sehingga pada rentang tahun 1968 dan 1970, MTQ diadakan setiap tahun tanpa jeda.*

Editor: A. S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!